10/28/2010

HIKMAH HAJI



By: KH. Abdulah Afif Ma’sum *)

بســــــــم اللــه الرحمـن الرحـيم

Pada suatu ketika seorang yang baru datang dari menunaikan Ibadah haji berkata :“Haji itu ternyata sama dengan tamasya, sama dengan kamping, apasih keistimewaannya ? “
Mendengar ucapan itu sepontan teman yang ada disebelahnya berucap “Astagfirullah begitu kamu menilai ibadah Haji, sedangkan Haji adalah ibadah yang mulia yang mempunyai hikmah dan manfaat yang sangat tinggi, manakala Haji dipandang dari sudut lahiriyah saja maka tak ada bedanya dengan prilaku yang lain, sama halnya dengan shalat apabila dipandang dari sudut yang sama maka tak ada bedanya dengan senam. Ketahuilah bahwa dibalik yang nampak dari semua bentuk ibadah terkandung nilai dan hikmah yang agung dan itulah inti dari ibadah, termasuk Ibadah Haji” .

Memang benar apa yang diucapkan oleh teman itu, bahwa setiap amalan yang disyariatkan oleh Allah dalam Islam pasti mengandung hikmah yang agung yang amat menarik untuk diketahui, seperti sholat dimana setiap gerakan dan bacaannya mengandung banyak hikmah yang masih banyak belum diketahui oleh sebagian besar kaum muslimin. Kita perlu memgetahui berbagai rahasia dan hikmah dari Ibadah Shalat baik yang terkait dengan syarat-syaratnya, rukun-rukunnya maupun sunnah-sunnahnya, sehingga kita akan semakin mantap, khusyuk dan tidak malas untuk melakukannya. demikian halnya dengan ibadah puasa, zakat haji dan lain sebagainya .
Seiring semakain kuatnya keimanan didada, ditambah pengetahuan tentang rahasia dan hikmah yang terdapat dalan syariat ( Hikmatut-Tasyrik) maka Kaum Muslimin akan semakin patuh melakukan semua perintah Allah dan Rasul-Nya serta akan menjahui semua larangannya dengan penuh kesadaran dan kesungguhan hati.

Jika hal itu dapat tumbuh subur dalam jiwa setiap Muslim maka apa yang difirmankan oleh oleh Allah dalam Surat Al-A’raf ayat 96 akan menjadi kenyataan .

ولو ان اهل القرى امنوا واتقوا لفتحنا عليهم بركات من السموات والارض ولكن كذبوا فاخذناهم بما كانوا يكسبون ( الاعراف : 96)

Artinya : Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri itu beriman dan bertaqwa
pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka barokah dari langit dan
bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) maka Kami akan siksa
mereka disebabkan oleh perbuatan mereka . ( Q.S.A;l-A’raf: 96 )

Berkenaan dengan hal itu, kiranya perlu diketahui berbagai rahasia dan hikmah tentang hal-hal yang ada kaitannya dengan Ibadah Haji dengan harapan agar Ibadah Haji yang dilakukan dengan banyak menguras harta, tenaga, dan fikiran dapat dijalankan dengan penuh kesadaran berdasarkan keimanan dan pengetahuan yang memadai sehingga akan memberikan hasil yang sangat positif dan berarti bagi
perubahan diri, keluarga dan masyarakat lingkungannya menuju yang lebih baik secara luas dibawah naungan rahmat dan ridho Allah SWT.

Satu hal yang sangat mendasar yang perlu diketahui bahwa Allah SWT mengawali firman-Nya dalam Al-Qur’an yang berkaitan dengan kewajiban Haji dengan ungkapan “ ولله“ dan " علي النا س “

ولله على النا س حج البيت من استطاع اليه سبيلا ( ال عمران 97 )

Artinya : Dan karena Allah (diwajibkan) bagi manusia melaksanakan haji ke
Baitullah bagi mereka yang mampu jalannya ( Q.S.Ali Imran : 97 )

Ungkapan” ولله “ dan ”على النا س “ dalam awal ayat tersebut memberi pengertian :

“ ولله “ bahwa Ibadah Haji itu kewajiban dari Allah dan harus dilakukan ihlas karena Allah.

“على النا س“ bahwa Ibadah Haji diwajibankan untuk manusia dan mempunyai manfaat bagi manusia ( oleh karenanya harus dihayati hikmah dan nilai-nilai yang terkaduing didalamnya agar dapat memberikan manfaat kepada manusia .

Dari pengertian ini dapat diambil kesimpulan bahwa melakukan ibadah Haji tanpa adanya keihlasan dan penghayatan terhadap hikmah dan nilai-nilai yang terkandung didalamnya maka pelaksanaan ibadah haji yang demikian itu tidak ada artinya dan dapat dikatagorikan sebagai Haji yang mardud (ditolak).

Haji ada 3 tingkatan :
a. Haji Mardud (ditolak) ialah pelaksanaan Haji yang tidak sesuai dengan syarat atau rukun baik yang lahiriyah maupun bathiniyah atau Ibadah Haji yang dicidrahi dengan perbuatan yang tidak terpuji (maksiyat) .

b. Haji Makbul ( diterima pas-pasan ) ialah pelaksanaan Ibadah Haji yang terpenuhi sayarat dan rukunnya baik yang lahiriyah maupun bathiniyah .

c. Haji Mabrur ( diterima dengan keistimewaan tertentu ) ialah pelaksanaan diikuti dengan beberapa amalan lain yang baik diluar syarat dan rukun dan selalu berusaha menjauhkan diri dari perbuatan yang tercela (maksiyah) dan selanjutnya mengamalkan nilai-nilai kebaikan yang terkandung dalam hikmah Ibadah Haji. Haji yang Mabrur inilah yang oleh Rasulullah saw dengan tegas dijanjikan dengan balasan sorga.

الحج المبرور ليس له جزاء الا الجنة ( رواه البخاري ومسلم )

Artinya : Haji yang Mabrur tidak ada baginya balasan terkecuali sorga
( H.R.Bukhori Muslim )
Perlu diketahui bahwa diantara tanda Haji Mabrur ialah adanya peningkatan prilaku kebaikan seseorang setelah melakukan Ibadah Haji, Rasulullah saw. pernah ditanya oleh sahabat tentang tanda-tanda kemabruran, beliau menjawab “Ucapan yang baik, Suka memberikan makanan dan Menciptakan kedamaian “ mengingat besarnya pengaruh kemabruran terhadap peningkatan prilaku kebaikan bagi seseorang yang melakukan Ibadah Haji maka wajarlah kalau Haji merupakan rukun Islam yang kelima .

Dalam Islam Haji mempunyai nilai plus, yaitu timbulnya “kepuasan jiwa” dan “perasaan semakin dekat” dengan Sang Pencipta, perasaan dekat ini melebihi cintanya kepada harta, tahta, keluarga dan saudara, bahkan ketika seseorang hamba melangkahkan kaki dari tempat tinggalnya menuju Rumah Allah (Baitullah) ia sudah berniat untuk bebas dari segala belenggu yang mengikatnya, hatinya tunduk kepada Yang Maha Kuasa, sehingga ia merasa bahwa dunia dan segala isinya luluh dan hancur dihadapan-Nya. Dengan ungkapan Labbaika Allahumma Labbaik/ لبيك اللهم لبيك ( Aku datang memenuhi panggilan-Mu Ya Allah ) seorang hamba telah menancapkan bendera syukur atas karunia-Nya dan berserah diri hanya kepada-Nya .

Dalam Ibadah Haji aspek ubudiyah (memperhambakan diri kepa Allah) itu nampak jelas, dimana hamba memperlihatkan kehinaan dan kerendahan martabat dirinya dihadapan Allah SWT. dengan pakaian ihram yang amat sederhana, tanpa berhias dan bersolek diri, tidak ada pangkat dan jabatan, mereka semua adalah hamba Allah yang datang menghadap kepada-Nya dengan penuh harapan untuk mendapatkan ampunan dari segala dosa dan kesalahan, serta menginginkan kebahagiaan hidup yang penuh rahmat, barakah dan ridho-Nya di dunia dan akhirat. Maka tak heran bagi kaum muslimin yang melakukan Ibadah Haji dalam setiap kesempatan dianjurkan untuk selalu memanjatkan do’a :
ربنا اتنا في الدنيا حسنة و في الاخرة حسنة وقنا عذابا النار

Artinya : Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan didunia dan akhirat dan
jauhkanlah kami dari siksa neraka

Tentu saja untuk terkabulnya suatu doa harus diikuti dengan usaha dan upaya yang keras dan sungguh-sungguh, bukan hanya berpangku tangan dengan menunggu keajaiban dari langit, walaupun doa tersebut telah diucapkan beberapa kali ditempat yang suci dan mustajabah .

Selain apa diuraikan diatas Ibadah Haji bukan saja merupakan respon terhadap panggilan Allah untuk beribadah Haji, tetapi juga mengandung manfaat lain yang dapat mereka peroleh diberbagai bidang kehidupan dan kepentingan didunia ini, seperti perdagangan, pertanian, pendidikan, ilmu pengetahuan, informatika dan sebagainya yang dapat menunjang kemajuan umat secara global disegala bidang kehidupan disamping solidaritas setia kawanan (ukhuwah).
Dengan demikian Haji merupakan ibadah yang multiguna, bukan saja berguna bagi kehidupan akhirat kelak, tetapi juga berguna untuk kehidupan didunia ini. Maha benar apa yang difirmankan Allah dalam Al-Qur’an Surat Al-Haj: 28

ليشــــــهد وا منـــــا فع لـــهم

Artinya : Supaya mereka dapat menyaksikan berbagai manfaat bagi mereka.

Dengan beberapa pengalaman yang didapat selama melakukan ibadah haji akan merupakan bekal yang sangat berharga untuk meningkatkan kwalitas hidupnya ditengah-tengah masyarakat ..

Hadanallah Waiyyakum Ajmain, Wahasarona Waiyyakum fi Zumrtil Mabrurin

*) Penulis adalah pengasuh Pon. Pes. Ihyaul Ulum Dukun Gresik

0 comments:

Post a Comment

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Powered by Blogger